SERVICE DESIGN SEBAGAI PENDEKATAN PENGUATAN LAYANAN AKSES ARSIP OLEH PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
DOI:
https://doi.org/10.37108/almaarif.v5i2.2602Keywords:
Service Design, Akses Arsip, Pustakawan, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Arsip Digital, User ExperienceAbstract
Perubahan lanskap layanan informasi di perguruan tinggi menuntut pustakawan untuk memperkuat kompetensi dalam mengelola dan menyediakan akses arsip secara efektif, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap arsip digital dan layanan berbasis pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana service design dapat digunakan sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan kualitas akses arsip oleh pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur integratif dengan menelaah publikasi tahun 2017–2024 terkait layanan arsip, perilaku pencarian informasi, desain layanan, dan literasi arsip digital, yang dianalisis melalui sintesis interpretatif untuk mengidentifikasi tema-tema inti penguatan layanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa service design memungkinkan pustakawan memetakan pengalaman pengguna, mengidentifikasi hambatan akses arsip, serta merancang intervensi layanan yang lebih responsif, intuitif, dan inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan akses arsip tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan pustakawan dalam merancang pengalaman layanan yang sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi pada penguatan kompetensi pustakawan dan pengembangan layanan arsip modern di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi.
References
Blauvelt, A. (2019). Service blueprinting in libraries: Mapping patron experience to improve service delivery. Journal of Library & Information Services in Distance Learning, 13(3–4), 287–304. https://doi.org/10.1080/15332748.2019.1604163
Duff, W., & Johnson, C. A. (2002). Accidentally found on purpose: Information-seeking behavior of historians in archives. The American Archivist, 65(1), 72–95. https://doi.org/10.17723/aarc.65.1.t0443j6032711p17
Federer, L. (2018). Defining data librarianship: A survey of competencies, skills, and training. Journal of the Medical Library Association, 106(3), 294–303. https://doi.org/10.5195/jmla.2018.82
Fuhr, N., Kovács, L., Micsik, A., Agosti, M., & Witten, I. (2015). Information professionals in the digital age. International Journal of Digital Libraries, 16, 259–279. https://doi.org/10.1007/s00799-015-0156-0
Gilliland, A. J. (2014). Conceptualizing 21st century archives. UCLA eScholarship. https://escholarship.org/uc/item/7bn4v1fk
International Council on Archives. (2012). Principles of access to archives. ICA. https://www.ica.org/sites/default/files/ICA-AtoM_access-principles_EN.pdf
Lee, C. A. (2020). User-centered digital archives: Toward better access and experience. Journal of Archival Organization, 17(1–2), 1–22. https://doi.org/10.1080/15332748.2020.1716293
Priestner, A., & Borg, M. (2016). User experience in libraries: Applying ethnography and human-centred design. http://www.bangor.ac.uk/library/documents/uxlibs.pdf
Sari, N. (2020). Peran pustakawan dalam era Library 4.0. MADIKA: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6(2), 120–134. https://jurnal.usk.ac.id/MADIKA/article/view/20048
Stickdorn, M., Hormess, M. E., Lawrence, A., & Schneider, J. (2018). This is service design doing: Applying service design thinking in the real world. O’Reilly Media. https://www.thisisservicedesigndoing.com
Vilja-Sarromaa, H. (2022). [Judul artikel sesuai file]. Tidak dipublikasikan. Sumber internal dari file yang diunggah.
Yakel, E., & Torres, D. A. (2003). Genealogists as a community of records: Genealogists’ information-seeking behavior. The American Archivist, 66(1), 73–95. https://doi.org/10.17723/aarc.66.1.q2378wqg4q0r1l65
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Al- Ma'arif : Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








