##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

Artikel ini menganalisis dampak pelayaran Inggris ke Bengkulu dengan menyoroti hubungan antara aktivitas perdagangan dan pengaruh budaya yang ditimbulkannya pada masyarakat lokal. Kehadiran Inggris di Bengkulu sejak akhir abad ke-17 tidak hanya berorientasi pada penguasaan komoditas lada, tetapi juga membawa perubahan dalam struktur sosial, pola interaksi, dan kehidupan budaya masyarakat pesisir. Melalui dengan analisis sumber-sumber sejarah dan kajian literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa pelayaran Inggris berperan sebagai media transfer budaya, administrasi, dan praktik ekonomi baru. Interaksi antara pedagang Inggris dan masyarakat Bengkulu mendorong terbentuknya ruang sosial baru yang ditandai oleh perubahan pola perdagangan, munculnya kelompok perantara lokal, serta pergeseran nilai dan kebiasaan sosial. Meskipun pengaruh budaya Inggris tidak sepenuhnya menggantikan tradisi lokal, proses adaptasi dan akulturasi terjadi secara selektif sesuai dengan kepentingan masyarakat setempat. Dengan demikian, pelayaran Inggris ke Bengkulu dapat dipahami tidak semata sebagai aktivitas ekonomi kolonial, melainkan sebagai faktor penting dalam dinamika perubahan sosial budaya di Bengkulu pada masa awal kolonialisme Eropa di Nusantara.

Keywords

EIC Bengkulu perdagangan pengaruh budaya kolonialisme

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Chaniago, F. (2026). ANTARA PERDAGANGAN DAN PENGARUH BUDAYA: ANALISIS DAMPAK PELAYARAN INGGRIS DI BENGKULU. Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 30(1), 93–104. https://doi.org/10.37108/tabuah.v30i1.1766

##journal.references##

  1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), The Archives of the Dutch East India Company (VOC) and Local Institutions in Batavia: Inventarissen, Jakarta.
  2. Abdullah, T. (2012). Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 3: Kedatangan dan Peradaban Bangsa Barat. Ichtiar Baru van Hoeve & Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  3. Dellenia, A. d. (2019). Sejarah maritim dan pembangunan bangsa . Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Hasanudin. (2016). Sejarah Maritim Indonesia . Yogyakarta: Ombak.
  5. Heryana, A. d. (2017). Sejarah dan budaya maritim Nusantara. Jakarta: Balai Pustaka.
  6. Herlina, Bengkulu Sebelum dan Sesudah Traktat London, 2024.
  7. Hidayat, A. (2025). Antara Persaingan Dagang dan Penjajahan: East India Company dan Peralihan Fokus Perdagangan ke Bengkulu. Yogyakarta: Nusantara Sejarah.
  8. Karso. (2022). Indonesia sebagai bangsa maritim. Bandung: Alfabeta.
  9. Marsden, W. (1811). The History of Sumatra. London: Longman.
  10. Ricklefs, M. (2008). Sejarah Indonesia Modern. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
  11. Smith, R. L. (2009). Maritime trade and global economic structure. London: Routledge.
  12. Smith, R. L. (2009). Premodern trade in world history. Routledge.
  13. Tarling, N. (1962). The Anglo-Dutch Treaty of 1824 and the Partition of the Malay World. Journal of Southeast Asian History (Cambridge University Press).