##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

Wayang Palembang merupakan kesenian tradisional berupa seni pertunjukan dengan media tiruan orang yang terbuat dari kulit.Wayang Palembang mengandung nilai-nilai budaya yang universal karena menceritakan kehidupan manusia.Seni Wayang Palembang saat ini mengalami kemunduran bahkan punah. Kajian ini akan menguraikan eksistensi Wayang Palembang melalui jejak-jejak manuskrip (naskah-naskah kuno) yang membuktikan dahulu kesenian Wayang Palembang pernah eksis.

Keywords

Wayang Budaya

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Rochmiatun, E. (2021). AKULTURASI KEBUDAYAAN DALAM SENI “WAYANG PALEMBANG”. Khazanah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 11(1). https://doi.org/10.15548/khazanah.v11i1.522

##journal.references##

  1. Amir Fatah, Metode Dakwah Wali Songo (Bandung : CV. Sriwijaya, 1996)
  2. Bambang Sugito, Dakwah Islam Melalui Media Wayang (Yogyakarta: Aneka, 1992)
  3. Iskandar , “Palembang Kraton Manuscripts” dalam A Man of Indonesian Letters: Essays in Honour of Prof.A. Teeuw (Dordrecht : Foris Publication, 1986)
  4. Boedanani ,Tambo Kerajaan Sriwijaya (Bandung: Tarate, 1961)
  5. Abd. Azim Amin. “Syeh Muhammad Azhari al-Palimbani” Laporan Penelitian Naskah Melayu Palembang.
  6. Herskovits dkk. Dalam J.W.M Bakker SJ, Filsafat Kebudayaan (Yogyakarta : Kanisius, 1984)
  7. Behrend.Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 4 : Perpustakaan Nasional RI (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Ecole Francaise D'Extreme-Orient, 1998).
  8. Kgs. Rusdi Rasyid, Serat Tuntunan Pelaksanaan Pagelaran Wayang Palembang dengan Lakon Petruk Munggah Ratu ( Palembang : Pepadi. T.Th),
  9. Achadiyati Ikram (Ed.), Katalog Naskah Palembang, (Tokyo: Yanassa dan TUFS, 2004), hlm. 233