Fenomena Sosial dan Kebutuhan Arabisasi
DOI:
https://doi.org/10.37108/diwan.v10i2.160Keywords:
Ta'rib, Dakhil, SosiolinguistikAbstract
Tulisan ini ingin menguraikan bagaimana fenomena sosial
mempengaruhi perkembangan bahasa Arab terutama dengan
menculnya fenomena arabisasi. Kehidupan modern, yang ditandai
dengan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, membuat interaksi
antarbahasa menjadi satu keniscayaan. Kondisi ini memungkinkan
adanya asimilasi atau akulturasi bahasa dengan interkasi tersebut.
Ta’rib dan dakhil menjadi strategi bahasa untuk memenuhi kebutuhan
pemakainnya. Kedua fenomena ini merupakan respon bahasa Arab
tidak hanya untuk meresistensi eksitensi bahasanya, juga membuka
kemungkinan kreatif membuka ragam bahasa dengan produktif.
Adapun tulisan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
sosiolingusistik. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan
fenomena kebahasan tersebut sementara dengan pendekatan sosiolinguistik
memungkinkan memeriksa fenomena tersebut dari aspek
sosialnya. sementara tulisan ini menghasilkan bahwa ada kaitan antara
kondisi sosial dan perkembangan bahasa yang direspon dengan
adanya Ta’rib dan dakhil. Sebagai gambaran tersebut, kedua
fenomena ini dapat ditemukan dalam empat ranah di antaranya
teknologi, ekonomi, politik serta sains.













